Dampak Serangan WannaCry, Dari Amerika Hingga Indonesia

Serangan virus Ransomeware WannaCry atau lebih familier disebut WannaCry benar-benar menjadi momok bagi pelaku IT seluruh dunia. Beberapa negara melaporkan serangan WannaCry terhadap instalasi penting mereka. Dari Amerika sampai Indonesia tidak luput dari serangan WannaCry. Hebat bener yang bikin WannaCry ini.

Bahkan, negara yang selama ini memiliki sistem pertahanan IT numero uno tidak luput dari serangan. Misalnya Amerika Serikat yang selama ini memiliki jaringan IT terbesar di dunia dan sejumlah perusahaan-perusahaan antivirus terkemuka dunia berasal dari sana ternyata juga terkena serangan WannaCry.

Serangan WannaCry di Amerika terjadi pada perusahaan eksedisi terbesar di sana, FedEx. Seperti dilansir dari nworeport.me (14/5), FedEx mengakui telah mendapatkan serangan tersebut. Mereka menyebut serangan ini bisa berdampak pada layanan mereka.

“Serangan ransomware dapat berdampak potensial pada beberapa paket”, ujar pengelola FedEx ke nworeport.me (14/5).

Di Inggris, virus WannaCry telah menyerang 61 komputer di pusat layanan kesehatan (National Health Service). Di Spanyol, komputer perusahaan telekomunikasi dan gas Telefonica juga tak luput dari serangan WannaCry.

Sedangkan beberapa pabrik Renault di Prancis harus menghentikan produksi sementara setelah sistem komputer mereka diserang WannaCry. Di Rusia, kurang lebih 1000 komputer di Kementerian Dalam Negeri juga diserang. Lalu, bagaimana di Indonesia?

Walau belum semaju negara-negara seperti Amerika atau di Eropa, Indonesia juga tak luput dari serangan WannaCry. Jumlahnya juga masif alias besar. Serangan pertama menuju komputer di RS Dharmais Jakarta. Sejumlah 60 unit komputer dilaporkan terinfeksi WannaCry. Komputer yang terinfeksi menggunakan sistem operasi Windows 7. Akibat serangan tersebut pelayanan online seperti pendaftaran sms online dihentikan.

Setelah RS Dharmais, serangan WannaCry menyebar ke sejumlah BUMN seperti PLN. Beberapa komputer milik karyawan di PLN dan Kementerian Agama dilalorkan terinfeksi WannaCry.

Selain instansi di atas, laporan juga menyebutkan WannaCry telah menyerang PT PAL, Kementerian Pertahanan, Samsat Mamuju dan PTPN XI di Sumatera.

Menurut Augustinus Simanjuntak, dosen di UK Petra Surabaya, modus serangan biasanya ada kiriman e-mail yang dikirim ke sasaran (pengguna komputer), baik individu maupun perusahaan. E-mail yang dikirim si penjahat tampak sah dan tepercaya dengan mengingatkan pengguna untuk memperbarui perangkat lunaknya ke versi terbaru.

Si pelaku akan memberikan instruksi kepada si korban untuk mengeklik tautan tertentu atau si korban diminta membuka tautan website tertentu untuk informasi lebih lanjut tentang produk terbaru yang ditawarkan si penjahat. Artinya, pelaku kejahatan hanya butuh satu orang untuk mengeklik link di e mail untuk menginfeksi seluruh komputer
si pengguna. Termasuk jaringan yang diikutkan pada workstation (perangkat keras komputer).

Selanjutnya, komputer sasaran akan lumpuh dan tidak bisa difungsikan. Saat itulah pelaku akan meminta sejumlah uang tebusan dan menukarnya dengan sebuah kode untuk membuka kembali akses komputer tersebut. Targetnya uang ya rupanya… btw, kalau di Indonesia sepertinya gak ambil pusing ya. Di Dharmais contohnya mereka punya solusi, uninstall operating system dan install yang baru hahahhaah… bisa sih kalau data-data penting sudah diback up ke media lain. (tm)

Sumber: Jawa Pos edisi Selasa (16/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s