Pejualan Vario 150 vs Aerox 155 Bulan April 2017, Makin Tipis Tapi Masih Unggul!

Akhirnya data penjualan (distribusi) Aerox 155 dan Vario 15 untuk bulan April sudah dirilis. Adalah laman beritagar.id yang melaporkan penjualan dua matik berkubikasi sama tapi beda genre itu. Seperti apa hasilnya?

Sebenarnya, membandingkan dua skutik ini tidak tepat juga. Vario 150 dan Aerox 155 bukanlah skutik yang secara head to head bisa dikomparasikan. Bahkan, kalau mengacu pada kubikasi, yang selama ini dianggap sebagai penentu, keduanya juga tidak sama persis. Yang satu 150 cc yang lainnya 155 cc.

Dari sisi fitur juga keduanya nyaris tidak seimbang. Aliran keduanya juga berbeda. Vario 150 mengusung aliran skutik kebanyakan dengan dek rata dan desain antimainstream sedangkan Aerox tampil lebih agresif dengan aliran sporty. Sangat tidak sama. Bahkan, perbedaan ini akan makin tajam ketika sudah di tangan konsumen. Yang satu jadi skutik pekerja, angkut galon, bawa sayur, hingga narik gerobak, sedangkan satunya cenderung untuk tampil weekend bersama orang kesayangan, dilap setiap hari hingga didandani aksesoris berharga jutaan rupiah. Beda banget dah…

Tapi, semua perbedaan itu tidak menyurutkan kita para blogger otomotif untuk ‘membenturkan’ keduanya, terutama terkait dengan data AISI alias data penjualan atau lebih tepatnya data distribusi pabrikan ke dealer (wholesales). Jadi, ayolah kita simak seperti apa komparasi penjualan keduanya dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Tiga bulan di sini sebab Aerox 155 sebagai skutik terakhir yang lahir baru resmi didistribusikan bulan Februari lalu. Jadi, Februari-Maret-April akan kita lihat performa kedua skutik yang ‘dipaksakan’ untuk ‘bermusuhan’ini. Cekidot…

Februari 2017
Vario 150 – 34.326 unit
Aerox 155 – 7.006 unit

Selisih 27.320 unit

Maret 2017
Vario 150 – 37.309 unit
Aerox 155 – 17.844 unit

Selisih 19.465 unit

April 2017
Vario 150 – 20.590 unit
Aerox 155 – 11.784 unit

Selisih 8.906 unit

Yuk kita bahas apa yang ada di balik angka-angka di atas. Kita coba lihat dari dua sisi, sisi fans Honda dan sisi fans Yamaha. Seru nih…

Admin coba memposisikan dari fans Honda dulu ya hehehhe… data penjualan di atas memang menunjukkan tren penurunan gap antara Vario dan Aerox, tapi perlu diingat, Aerox 155 baru saja diluncurkan. Ada periode dalam sebuah peluncuran atau diatribusi roduk baru yang dinamakan spike time. Periode ini biasanya produk baru akan langsung di distribusikan ke dealer-dealer untuk menyediakan stok produk yang sebelumnya kosong. Di masa ini pabrikan akan memilih untuk mendistribusikan sebanyak mungkin, tentu saja mereka tetap mengadakan survey pasar, tujuannya jelas untuk mengakomodir minat konsumen akan produk baru.

Di masa spike ini, terlihat Aerox memang langsung melonjak diangka 17 ribuan unit di bulan kedua distribusi, naik lebih dari 10 ribu unit dibanding bulan awal. Namun, yang aneh di masa spike ini Aerox justru mengalami penurunan distribusi di bulan ketiga (April). Koreksinya cukup tajam dari 17 ribuan menjadi 11 ribuan. Anggap saja ada loss 6 ribuan unit. Ada apa ini?

Sedangkan, Vario 150 walaupun turun tapi jumlahnya maaih jauh untuk diovertake oleh rival. Bisa jadi penurunan di April adalah imbas dari masa spike Aerox 155 yang membuat konsumen menahan diri dulu untuk ambil Vario 150. Tapi, hal itu tidak akan berlangsung lama sebab kelemahan Yamaha adalah soal kapasitas produksi dan distribusi yang sangat terbatas. Inden dimana-mana dalam hitungan bulan bukanlah sesuatu yang bagus. Ketika calon konsumen mulai jenuh dan jengah menunggu, mereka akan kembali ke ‘pelukan’ awal, Vario 150. Gimana kawan, masuk akal gak? Atau ada yang lain? Monggo fishare di kolom komentar ya.

Nah, sekrang coba dilihat dari sisi fans Yamaha ya. Vario 150 memang masih memimpin, memang masih menang banyak. Tapi, mereka harus waspada sebab tren penerimaan pasar mulai menurun, drastis malah. Biasa stabil di angka 30 ribuan unit/bulan, ketika kemudian turun ke angka 20 ribuan unit, berarti ada yang salah. Penurunan 10 ribuan unit dalam kurun waktu sebulan bukanlah pertanda bagus. Ini ada masalah dengan pasar. Sudah jenuhkah dengan model yang gitu-gitu saja, fitur yang itu-itu saja? Atau jangan-jangan pesona Aerox 155 mampu mengalihkan perhatian calon konsumen Vario 150? Semua kemungkinan bisa saja terjadi.

Selisih Vario 150 dengan Aerox 155 semakin bulan semakin menipis. Di awal distribusi gap keduanya nyaris 30 ribu unit, namun bulan April kemarin sudah di angka 8 ribuan unit. Sebuah berita buruk tentunya bagi Vario 150 dan Honda. Apalagi Aerox 155 memiliki fitur yang lebih komplit dibanding Vario 150. Selain itu desain yang ditawarkan Yamaha lewat Aerox ini adalah sesuatu yang baru dan fresh. Jangan lupakan juga, performa mesin yang sudah dicangkokkan VVA adalah nilai lebih lainnya dari Aerox 155.

Jadi, walau selisih penjualan masih jauh, Aerox 155 punya potensi untuk terus meningkat seiring masih renyahnya kelas big skutik apalagi kalau Yamaha sudah bisa mengatasi soal kapasitas produksi.

Nah, kira-kira sudut pandang mana yang lebih masuk akal kawan? (tm)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s