AC Milan, Raksasa Yang Coba Bangkit Dari Tidur Panjangnya!


Saatnya bahas AC Milan kawan, klub favorit admin ini sejak jamannya Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard. Trio Belanda yang membawa Milan flying high di Eropa dan Dunia. Sayang, dalam beberapa musim terakhir performa Milan tak lebih dari tim medioker. Klasemen akhir di Serie A menjadi buktinya. Sejak musim 2013 Milan praktis harus absen di semua gelaran Eropa, baik Europa League apalagi UEFA Champions League. Padahal, Milan adalah klub pengoleksi gelar Piala/Liga Champions terbanyak kedua setelah Real Madrid. Yah, faktor krisis finansial menjadi penyebab utama.

Kondisi keuangan klub-klub Italia dalam dekade terakhir memang tengah limbung. Praktis, hanya Juventus yang stabil sejak memiliki stadion sendiri. Sedangkan, Milan masih bergantung pada sosok Silvio Berlusconi yang terindikasi korupsi ketika menjadi Perdana Menteri Italia. Sosok ini memang legenda dalam manajemen Milan, puluhan gelar dan trofi berhasil dipersembahkan opa Berlu, namun berbagai skandal di pemerintahan maupun kehidupan pribadinya membuat Berlusconi kesulitan keuangan. Imbasnya, Milan juga kepayahan. Alhasil, dalam mercato atau bursa transfer pemain, nyaris tidak ada pemain bintang yang mau bergabung. Pemain-pemain yang direkrut hanyalah pemain medioker, itupun dengan status free transfer alias gratis.

Dalam satu dekade terakhir, Milan memang identik dengan pemain uzur dan pemain buangan klub lain, tentu saja yang gratis.

Kondisi mulai membaik dalam dua musim terakhir. Milan mulai membeli pemain bintang walaupun bukan kelas satu. Sebut saja Carlos Bacca yang direkrut dari Sevilla seharga 30 juta Euro dan pemain muda AS Roma, Alessio Romagnoli seorang bek tengah yang direkrut dengan harga 24 juta Euro.

Di sisi lain, kesulitan finansial Milan menjadikan arah pengembangan klub beralih ke pembinaan pemain muda. Alhasil, calon bintang muda Milan mulai bermunculan. Sebut saja Manuel Locatelli, Davide Calabria, Mattia de Sciglio, dan tentu saja sang fenomenal Gianluigi Donnarumma, penjaga gawang yang telah melakoni debut tim senior di usia 16 tahun! Proyek pemain muda Milan ini mendapat julukan ItalMilan mengacu pada pemain-pemain Milan yang didominasi talenta dalam negeri negeri Pizza, Italia.

Namun, di klasemen Milan masih terlunta-lunta di papan tengah. Praktis sejak musim 2013 posisi tertinggi Milan di klasemen hanyalah peringkat 7, bahkan hingga musim lalu. Alhasil, Milan absen di kompetisi Eropa sejak musim itu hingga musim lalu. Silih berganti pelatih telah dicoba. Sejak kepergian Massimiliano Allegri, Milan telah bergonta-ganti pelatih mulai dari Clarence Seedorf, Christian Brocchi, Filippo Inzaghi, Sinisa Mihajlovic hingga kini Vincenzo Montella. Polesan para pelatih itu tidak mampu mengangkat Milan ke papan atas Liga Italia. Bisa dimaklumi, sebab mereka tidak bisa mendapatkan pemain yang diinginkan karena Milan tidak mampu membelinya. Dengan kekuatan apa adanya, Milan praktis hanya sekedar ikut berkompetisi di Serie A. Target yang diusung di awal musim, mulai dari harus masuk Liga Champions atau yang penting ke Eropa coba diapungkan. Hasilnya nol besar.


Musim ini, di bawah asuhan juru taktik Voncenzo Montella, Milan punya kesempatan untuk kembali ke Eropa, walau hanya sekelas Europa League dan itupun harus lewat kualifikasi. Saat ini di klasemen, Milan berada di posisi 6, jatah terakhir tim-tim Italia ke Eropa. Menyisakan 2 laga sisa, Milan belum aman juga ke Eropa. Selisih 1 poin dari peringkat 7 yang diisi Fiorentina masih bisa dikejar kapan saja. Milan harus fokus memenangkan dua laga sisa untuk menjaga harapan ke Eropa. Ini penting sebab musim depan dipastikan Milan akan tampil dengan wajah baru.


Sejak awal April lalu, Milan telah resmi berganti pemilik. Konsorsium asal negeri China yang dipimpin Li Yonghong telah mengakuisisi Milan seharga 740 juta Euro atau setara dengan 104 triliun Rupiah dari Silvio Berlusconi yang sebelumnya membeli Milan tahun 1980. Harga 740 juta euro itu termasuk utang 220 juta. Pembeli, yang membayar nilai final 370 juta euro pada Kamis ini, berkomitmen pada rekapitalisasi signifikan dan penguatan finansial klub, kata pernyataan tersebut.

“Para pendukung telah lama berharap AC Milan kembali menjadi juara,” kata Li kepada Sina Weibo.

Yup, Li memang berambisi membawa Milan kembali ke jalur juara, sesuatu yang sepertinya sudah lupa dirasakan tim sekelas Milan. Walau tujuan utama Li ingin membangun kerajaan bisnisnya di Eropa melalui Milan, tapi setidaknya Milan telah sehat kembali secara finansial. Utang sudah lunas, dana belanja sudah siap digelontorkan. Para Milanisti bolehlah berharap musim depan Milan akan punya pemain bintang. Juara? Jangan berharap secepat itu, namun dana transfer yang konon kabarnya telah disiapkan sejumlah 120 juta Euro setidaknya bisa menumbuhkam harapan bahwa Milan akan kembali dilirik pemaon-pemain bintang. Milan tidak lagi diolok-olok tim gratisan atau tim penampung pemain tua dan pemain buangan.

Mercato

Walau bursa transfer pemain klub-klub Eropa belum resmi dibuka, Milan sudah membidik beberapa nama besar dan memiliki potensi bintang untuk memperkuat skuat. Di lini serang, Milan tengah membidik Alvaro Moratta, pemain Real Madrid yang sudah punya pengalaman dengan atmosfer Serie A setelah musim lalu memperkuat Juventus. Daya gedor Milan memang menjadi masalah musim ini. 


Carlos Bacca yang diharapkan menjadi goal getter tidak tampil memuaskan. Sempat beredar pula mantan pemain muda Milan sendiri, Pierre Emerick Abumeyang, goal getter Borussia Dortmund yang dibidik. Keduanya masih terus diburu tanda tangannya.
Di lini tengah nama Cesc Fabregas masih menjadi idaman Montella. Skill dan pengalaman pemain berusia 29 tahun itu dibutuhkan Milan. Kreativitas lini tengah Milan memang menjadi masalah. Minimnya supply bola ke penyerang menjadikan Milan minim peluang cetak gol. 


Selain itu, bintang muda Senegal dari klub Atalanta, Frank Kessie juga dibidik untuk menambah kekuatan. Untuk pemain satu ini kabar terakhir menyebutkan Kessie dan Milan telah sepakat bekerjasama. Kita tunggu saja pengumuman resmi klub dalam beberapa hari ini.

Di lini pertahanan, nama Matteo Musacchio, palang pintu Villarreal dibidik untuk menemani Romagnoli. Duet ini jika terwujud diharapkan mampu menjadi benteng kokoh pertahanan Milan. 


Selama ini, Romagnoli memang seperti tidak punya tandem sepadan di lini belakang. Cristian Zapata bermasalah dengan konsistensi, Gabriel Paletta punya emosi yang buruk dan Gustavo Gomez bek muda Paraguau ini masih minim pengalaman di Serie A.

Ambisi besar Milan muaranya adalah untuk mempertahankan sang wonderkid, Gigi Donnarumma. Donnarumma memang secara pribadi telah berikrar untuk setia di Milan, namun pengaruh sang super agen Mino Raiola bisa saja membuat Milan gigit jari. Raiola dalam beberapa kesempatan mengungkapkan ambisi Milan adalah krusial bagi sang klien. Akhir musim ini, Donnarumma akan menandatangani kontrak profesionalnya bersama Milan. 


Di Italia memang ada aturan pemain baru bisa dikontrak klub saat berusia minimal 18 tahun. Dan Donnarumma telah berusia 18 tahun Februari kemarin. Dan musim ini jika tidak segera dikontrak, Donnarumma bisa pergi musim depan.

Nah, itu sedikit gambaran tentang AC Milan. Setelah artikel ini, berita-berita tentang AC Milan akan bisa kawan dapatkan di blog campur-campur ini. Bagi para Milanisti di luar sana, ayo kita berdoa semoga Milan segera kembali ke habitat aslinya sebagai klub raksasa Eropa dan Dunia. (tm)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s