Milan Memalukan!

Alberto Brignoli melengkapi mimpi buruk Gennaro Gattuso saat melakoni debut dibelakang kemudi Milan. Ya, kiper Benevento itu membuat Rino Gattuso dan Milanisti menanggung malu. Golnya di menit keempat tambahan waktu penghujung laga membuyarkan debut manis sang legenda!

Kabar baiknya adalah Milan tidak kalah. Ya, Milan bisa membawa pulang 1 angka dari Ciro Vigorito markas tim promosi itu usai bermain seri 2-2. Lumayan daripada kalah. Kabar baik kedua adalah Nikola Kalinic mencetak gol. Kalau boleh sedikit sinisme, hanya itu kabar baik yang bisa dibawa dari Benevento. Kabar buruknya? Banyak!

Pertama, Milan menjadi tim pertama yang ‘memberi’ Benevento poin di Serie A musim ini. Hasil seri 2-2 menjadi hasil positif pertama tim promosi itu di Serie A musim ini usai dalam 14 laga awal selalu menelan kekalahan. Siapapun di Italia sana rasanya akan membahas poin pertama Benevento ini.

Kedua, status Benevento yang sebagai tim promosi. Meraih poin pertamanya di pekan ke-15, dari tim yang pernah menjadi raja Italia dan Eropa tentu saja sebuah ironi. Hasil seri ini serasa kemenangan besar bagi Benevento, apalagi kalau dilihat cara mereka melakukannya.

Ketiga, seri sebenarnya adalah hal biasa dalam sepakbola. Bahkan, jika itu menimpa tim raksasa saat melawan tim terlemah. Namun, cara Benevento melakukannya sangat brilian dan cenderung mempermalukan lawan dalam hal ini Milan. Bayangkan, tuan rumah masih tertinggal 1-2 hingga menit ketiga tambahan waktu, namun semenit kemudian mereka bersorak seolah menjadi juara liga saat gol penyama kedudukan hadir di menit 94! Menit 95 wasit meniup peluit panjang! Gokil!

Keempat, tidak hanya di penghujung laga Benevento menghukum Rino dan pasukannya, namun makin memalukan setelah pelakunya adalah seorang KIPER! Adalah Alberto Brignoli yang seolah putus asa melihat timnya masih tertinggal hingga menit 93 kemudian mengambil resiko meninggalkan gawangnya menuju kotak penalti Milan saat timnya mendapat hadiah tendangan penjuru. Sebuah keputusan berani yang sangat brilian dan bersejarah, Ia mencetak gol penyama kedudukan. Hohoo… seorang kiper mencetak gol di menit 94 untuk membuat timnya mendapat poin pertamanya. Milan? Kalau tidak malu sangat keterlaluan!

Kelima, betapa mediokernya Milan saat ini. Milan yang pernah merajai Italia, Eropa hingga dunia, kini menjadi tim spesialis papan tengah. Dan status itu terlihat sangat pantas diberikan melihat permainan I Rossoneri di lapangan. Usai harus bermain dengan 10 pemain menyusul dikartumerahkannya Alessio Romagnoli di menit 74, para pemain Milan terlihat panik. Diserang bertubi-tubi oleh Benevento, para pemain Milan tiba-tiba menjadi pemain amatiran dengan kemampuan skill pas-pasan. Mendapat bola langsung buang jauh-jauh ke depan, tak peduli adakah rekan di sana. Begitu seterusnya, seperti kehilangan ketenangan. Prinsipnya kurang lebih sama dengan timnas Indonesia saat ditekan lawan, jauhkan bola dari gawang sejauh mungkin tak peduli lagi soal menyusun serangan balik atau ball possession. Menyedihkan…

Usai laga, Rino langsung mengatakan “akan ada keputusan besar di ruang ganti” kepada Premium Sport. Bisa jadi, Rino akan melakukan perombakan besar-besaran di line up atau bahkan formasi permainan ke depannya. Sebuah keputusan yang memang harus dicoba. Revolusi taktik, revolusi line up, revolusi starting line up hingga revolusi mental. Anggap saja hasil melawan Benevento seperti cambuk bagi para pemain bahwa kejadian memalukan itu tidak boleh lagi terjadi ke depannya. Bolehlah kalah dari Barcelona 4-0 atau dari Juventus 5-0, tapi seri dengan tim promosi di penghujung laga dengan seorang kiper pelakunya, haram terjadi lagi!

Ini Milan bro, Milan… please jangan membuat Milanisti menjadi kebal malu lagi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s