Terus Berusaha Menyayangimu!

Saya dan Istri dipertemukan oleh Allah SWT tahun 2013 akan berakhir. Melalui seseorang yang pernah saya sayangi (sebut saja V), juga adalah teman karib Istri, kala itu V memberikan PIN BBM dia. Saya yang sudah memasuki usia 31 tahun kala itu sudah didesak untuk segera menikah. Pun demikian dia yang menurut penuturan V juga telah didesak untuk menikah juga. Klop. Allah memang tidak mengkreasikan sesuatu dengan tiba-tiba. Akhirnya, singkat cerita dua bulan paska perkenalan itu, saya menikahi dia. Semua berlangsung serba cepat. Jadi, percayalah jika sudah jodoh, mudahnya itu seperti membalik telapak tangan.

Sebulan paska pernikahan, Allah memberikan amanah berupa janin di rahim istri. Masya Allah, dua bulan sebelumnya menikah, sebulan kemudian hamil, nikmat mana lagi yang kau dustakan. Semua berjalan baik-baik saja hingga kelahiran anak pertama kami. Seorang bayi kecil yang lucu dan gagah, bayi lelaki yang kemudian kami beri nama Rafif. Kami berharap Rafif menjadi anak yang berakhlak baik sesuai namanya.

Tidak ada kapal yang tidak dihantam ombak, kecuali sedang di galangan. Sebuah rumah tangga tidak akan mencapai level di atasnya jika tidak pernah mengalami masalah yang mendera. Pun demikian dengan keluarga kecil kami. Pertengkaran mulai menghampiri. Mengurus bayi di tengah kesibukan bekerja (saya dan istri sama-sama mengajar tapi beda waktu) benar-benar menyita waktu, pikiran, tenaga dan emosi sehingga mudah tersulut sumbu ego dalam diri ini. Tidak hanya saya, istri saya juga mengalami hal yang sama. Saya mudah marah, kesal hingga murung sendiri. Istri saya juga mudah tersulut, tidak jarang berteriak saking kesalnya sampai mengunci kamar tidur. Saya tidur di kursi luar bukanlah pemandangan aneh di periode ini.

Pertengkaran makin runyam ketika kami memasuki tahap intim layaknya suami istri. Perbedaan itu memang ada dan terasa. Tidak heran jika akhirnya saya lebih sering kecewa dengan pelayanan istri. Pun demikian ternyata sayapun mengetahui bahwa istri saya juga merasakan hal yang sama setelah beberapa waktu lamanya menjadi rahasianya.

Beruntung, istri saya menemukan resik-V atas rekomendasi temannya. Teman arisannya. Jadi, jika selama ini saya selalu apatis dengan perkumpulan ibu-ibu untuk arisan, kali ini saya seperti mendapat tamparan di muka sendiri. Dengan pemakaian rutin, Resik V mampu membersihkan organ kewanitaan istri saya sehingga kualitas sex kami kembali berkualitas layaknya sebelum melahirkan. Resik V kewanitaan daun sirih merupakan pembersih alami daerah kewanitaan dengan ekstrak daun sirih menjadikan daerah kewanitaan menjadi harum dan kesat, bebas gatal dan bau tak sedap.

Pertengkaran mulai berkurang. Memang benar kata orang tua, jika kepala dingin, hati tentram dan ‘si itu’ terpuaskan, maka masalah akan pergi dengan sendirinya. Istri seperti biasa kembali beraktivitas kerja, pulangnya langsung menyiapkan segala sesuatunya demi menyambut kedatangan sang pangeran, iya… itu saya. Sejak saat itu, saya semakin sadar bahwa istri saya adalah wanita yang luar biasa. Saya telah berdosa jika terus menganggapnya selalu banyak kekurangannya. Bukankah Ia menerima saya karena Ia percaya saya bisa menjaganya, membahagiakannya hingga menuntunnya ke surga, kenapa saya harus terus menganggapnya selalu buruk?

Saya bertekad akan terus berusaha mencintainya sebagai bagian dari tulang rusuk ini, menghargainya sebagai ibu dari anak-anak luar biasa ini (sekarang Rafif sudah punya adik bernama Syafiq, alhamdulillah) dan menyayanginya sebagai anak manusia yang telah rela menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk saya dan anak-anak. Kenapa saya tidak membalasnya dengan sepenuh hati?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s